mirandapos.com, PEKANBARU– Haji Agung Nugroho SE MM, Walikota Pekanbaru kembali mempertontonkan orkestrasi kepemimpinan zaman now.
Setelah sebelumnya berhasil membangun narasi soal keterlambatan pengesahan APBD murni tahun 2026, menyampaikan opini soal penyusunan APBD tahun 2025 hingga penggunaan Dana Bantuan Ratusan Milyar Rupiah dari Pusat, WAKO Agung Nugroho terbukti cerdas dalam Bersandiwara.
Bayangkan saja, beberapa jam yang lalu WAKO Agung Nugroho setuju untuk berangkat ke Luar Negeri mengikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang, yang infonya juga bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan bin Pikul Segoni Beras.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pada tanggal 25 Januari 2026 dan akan berlangsung 1 minggu penuh atau selama tujuh hari.
Workshop yang dimaksud akan membahas tentang pengelolaan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkuler yang dinilai menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia.
Para peserta akan mempelajari langsung sistem dan teknologi pengelolaan sampah yang telah diterapkan secara efektif di Jepang.
Bahkan Seluruh biaya kegiatan, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan workshop, katanya ditanggung sepenuhnya oleh pihak Jepang, meskipun Anggaran SPPD dan Biaya Operasional yang diserap dari APBD Kota Pekanbaru juga tetap akan dinikmati para Rombongan Walikota Pekanbaru tersebut.
“Bagaimana mungkin kegiatan diluar negeri seperti itu tidak ada keluar biaya?? Coshnya pasti besar, narasi soal biaya gratis terlalu Lebay, semua mau di Olahnya, terkesan norak kali. Harapan kami adalah, semoga saja Rombongan Pak Wali yang berangkat ke Jepang memperoleh banyak ilmu guna menyelesaikan persoalan sampah di Kota Pekanbaru ini, agar semuanya tidak sia-sia dan tentunya dapat menjadi Motivasi yang baik bagi Masyarakat Kota, menuju kehidupan yang Sejahtera Lahir dan Bathin, amin,” ujar Larshen Yunus, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau.
Aktivis Anti Korupsi dan Praktisi Lingkungan Hidup ini berkali-kali menegaskan, agar upaya dalam penanganan sampah di Kota Pekanbaru benar-benar memperoleh perhatian secara langsung dari pemerintah pusat.
“Semangat kita menyelesaikan persoalan sampah di Pekanbaru ini” juga menjadi penilaian dari menteri” tambah Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM dalam sebuah kesempatan.
Ditempat yang berbeda, hari Rabu (21/1/2026) Ketua DPD KNPI Provinsi Riau selalu mengulas kembali harapan yang disampaikan Wako Agung Nugroho soal penanganan sampah yang harus pula belajar sampai ke negeri Jepang sana.
Sambil meneteskan air matanya, Ketua KNPI Provinsi Riau itu mengingatkan kembali, agar selain membawa Anak, istri dan Emak, Wako Agung Nugroho juga mesti memboyong para Pengurus Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang baru-baru ini dibentuknya, bawa semua orang LPS kader Partai Demokrat itu, mumpung masih menjabat, habiskan selagi masih ada dan jangan sampai tersisa.
“Uda Kanduang! Jan Lupo Baoak oleh-oleh, Jan Lupo baliak ke Pakanbaru. APBD murni baru diketok, masih banyak untuk dinikmati lagi. Jan Lupo Uda Wako Olah orang Jepangtu, baoak keuntungan dari sana, Jan hanyo sekedar Jalan-Jalan ajo” tutur Larshen Yunus, dengan Logat bahasa Minangkabau.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KNPI Provinsi Riau itu selalu mengingatkan, agar stigma Tukang Olah atau ilmu Ngolah yang dimiliki Wako Agung Nugroho jangan hanya di Kota Pekanbaru saja, tetapi harusnya diterapkan dihadapan para Pejabat dan masyarakat Jepang.
“Kami selaku masyarakat Kota ikhlas dengan kepergian pak Agung Nugroho beserta para rombongan ke Jepang sana dan serap semua ilmu yang ada, jangan pula pak Wako Agung Nugroho kepikiran mau ketemu Maria Ozawa alias Miyabi, ingat pak! anda itu pemimpin yang Religius, sudah bolak-balik pergi ke tanah suci, mestinya iman bapak kuat seperti baja. Okelah yo, sekali lagi ambo ingatkan, Jan Lupo Baoak oleh-oleh khas Jepang” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup siaran persnya. (*)


