mirandapos.com, Pekanbaru , Badan kordinasi himpunan mahasiswa islam (Badko HMI) Riau kepri menilai adanya dugaan pelanggaran administrasi lingkungan terkait pembangunan SLB santa Lucia milik pengembang yayasan prayoga riau sehingga hari ini berdampak ke masyarakat hal tersebut di katakan kabid lingkungan hidup dan restorasi gambut badko HMI riau kepri vivialdi amri Nobel
Menurut valdi berdasarkan informasi yang di Terima dari masyarakat diduga SLB santa Lucia sudah beroprasi meskipun diduga belum memiliki izin operasional dari dinas pendidikan riau karna diduga mereka lagi tahap mengurus perizinan
Untuk itu lanjut valdi agar polemik dan potensi konflik di tengah masyarakat tidak melebar kemana mana kami dari badko HMI riau kepri meminta kadis pendidikan segera cek lokasi apakah ada kegiatan belajar mengajar ilegal sepeti dugaan kita
Dan kami juga mendesak pemrov riau melalui dinas pendidikan jangan sampai mengeluarkan izin terlebih dahulu sebelum ada kajian yang mendalam terkait polemik yang di hadapi masyarakat dengan SLB santa Lucia ini bila perlu jika sudah keluar izin mereka tinjau ulang kembali izinnya karna berpotsnsi konflik ini melebar karna jika beroperasi masyarakat semakin was was saat situasi hujan dan berpotsnsi banjir sebab yayasan prayoga diduga tidak menjalani rekomendasi PUPR pekanbaru dan pembangunan itu diduga sebagai bentuk mal administrasi yang di biarkan pemko pekanbaru
Sebaiknya pemerintah segera buat kajian mendalam dengan dinamika yang terjadi di masyarakat ini karna jika di biarkan kondisi sangat mengkuatirkan gejolak di masyarakat karna tidak mungkin resah selamanya dampak dari SLB tersebut
Yang jelas kata valdi kami badko HMI riau kepri tetap bersama di barisan masyarakat jika masyarakat terzholimi nanti akibat pemerintah berpihak dengan swasta tentunya kami dari badko HMI riau kepri akan menyuarakan hal tersebut di kantor gubernur kami juga akan mengawal laporan penolakan operasional SLB tersebur oleh masyarakat di dinas pendidikan riau tutup valdi


