25 C
Riau
4 Juni 2026
mirandapos.com
Berita

Komite Sekolah SKO Berikan Penjelasan Tentang Terkait Sumbangan Rp. 600.000, Begini Penjelasan nya

mirandapis.com, Pekanbaru – Maraknya pemberitaan di media tentang sumbangan Ro.600ribu oleh orang tua murid yang serahkan pada, Komite sekolah di SKO Rumbai, begini penjelasannya :

Dalam pertemuan antara orang tua murid dengan Komite Sekolah pada 9 Mei 2026 di aula SKO, Komite sekolah menyampaikan untuk mendukung kegiatan Try Out dalam sebagai cabang olahraga di SKO anak2 sangat membutuhkan transportasi sementara 3 bus yg ada dalam keadaan rusak berat dan perlu perrbaikan yg cukup memakan biaya, sementara kita sudah coba meminta pada Dinas terkait agar mereka tidak bisa membantu dana untuk perbaikannya bus tersebut jawabannya tidak ada dana untuk perbaikan utk 3 bus tersebut,

maka Komite sekolah mencari jalan keluar dengan melakukan musyawarah pada orang tua murid saat pertemuan itu,

Para orang tua murid mengatakan demi kemajuan utk mencapai prestasi anak mereka para orang tua sepakat iyuran utk membantu perbaikan bus tersebut dan mereka hitung, dapatkah angka Rp. 600ribu/orang tua.

Maka disepakati para orang tua membuat surat bahwa mereka bersedia membantu utk perbaikan 3 bus tersebut.

Artinya sumbangan Rp.600.000 tersebut terjadi setelah adanya musyawarah antara komite sekolah SMA Negeri Olahraga (SKO) Provinsi Riau dengan orang tua murid, ini murni merupakan kesepakatan antara komite dgn Wali Murid tidak melibatkan sekolah ataupun kepala sekolah.

Hal ini di jelaskan oleh ketua komite Sudarman Umar kepada wartawan kamis 4 Juni 2026 di SKO.

Sudarman Umar menjelaskan lagi bahwa ini bukan pemungutan biaya seperti yang diberitakan media tetapi suatu keputusan para orang tua murid demi kemajuan anak2 mereka untuk mencapai prestasi puncak dalam cabang olahraga sesuai dengan bakat mereka.

Keinginan orang tersebut. disampaikan pada wakil mereka di sekolah yaitu Komite Sekolah..

” Jika keputusan kami antara wali murid dan komite sekolah ini masih juga dianggap menyalahi bagi mereka2 yang tidak ingin anak didik di SKO berprestasi, kami bersedia kembalikan uang sumbangan tersebut akan kami kembalikan lagi ke orang tua masing-masing yang menyumbang.

Jika nanti terjadi pengembalian uang sumbangan para orang tua untuk prestasi anak2 mereka..agar pihak2 tertentu jangan menyeasali dikemudian hari anak2 didik tidak berprestasi seperti sebagaimana yg diharapkan orang tua mereka, demikian lanjut Sudarman Umar.

Sudarman Umar juga menjelaskan Tentang Pakaian seragam.

” Bahkan untuk membuat pakaian seragam saja kita kembalikan keputusan ke wali murid.

Jika mau buat pakaian seragam terserah saja dimana wali murid suka terserah saja. Komite hanya bisa membantu mencarikan tukang jahit yg lebih murah harganya silahkan langsung bayar pada tukang jahit tersebut.

Bahkan jika orang tua bisa menjahit pakaian silahkan jahit sendiri..

Komite sekolah tidak akan menerima uang untuk bikin pakaian seragam silakan cari penjahit dan langsung bayar masing-masing,

jika masih ada juga pihak-pihak yang meributkan pembuatan pakaian seragam ini, jika diizinkan pemerintah anak sekolah rasanya tidak perlu juga berpakaian seragam? sekolah diluar negeri tidak ada anak sekolah yg berpakaian seragam mereka pintar2 juga..

jelas Sudarman Umar

Selain itu kepala Sekolah SKO Aslim Mengatakan Bahwa pihak sekolah tidak ikut campur dalam sumbangan tersebut.

” Kami pihak sekolah tidak ikut campur dalam perihal sumbangan tersebut, itu murni keputusan Komite. Kalau pihak sekolah hanya mewajibkan dua hal saja BPJS TK dan Menabung. BPJS TK ini adalah jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan ke anak -anak kita. Orang tua tidak perlu lagi memikir kan uang pengobatan nya. kita sudah ada BPJS TK. Dan menabung sendiri ATM nya di pegang oleh masing-masing siswa.” Ucap Aslim

Aslim juga memberikan penjelasan tentang pakaian Seragam.

” Jika masalah seragam sekolah tidak pernah mewajibkan. Bahkan jika ada baju kakak – Kakak leting yang bisa dinpakai silahkan di pakai. Bahkan pihak sekolah juga mengumpulkan baju kakak – kakak leting dan kita bagikan kepada murid – murid yang tidak mampu. Tidak ada pemaksaan harus pakai baju baru itu tergantung orang tua masing-masing. Bahkan siswa yang ber asrama dana di tanggung oleh APBD 3 setel. Kita berusaha bagaimana mempermudah anak-anak bisa belajar dan berprestasi.” Tutup Aslim

Related posts

APEL IKRAR PEMASYARAKATAN, LAPAS BANGKINANG TEGASKAN KOMITMEN BEBAS HANDPHONE ILEGAL, NARKOBA, DAN PENIPUAN

Pererat Hubungan dan Jalin Silaturahmi, Satgas Yonif 521/DY Laksanakan Anjangsana dan Karya Bhakti Bersama Warga Distrik Kobagma

Ardi Yodra

Satgas Yonif 131/Brs Gelar Pelayanan Kesehatan di Kampung Sawiyatami

Ardi Yodra

Leave a Comment